Pengertian Dan Sifat-Sifat Cahaya

Dalam peluang kali ini, akan menguraikan wacana  pengertian cahaya beserta sifat-sifat cahaya.

Dalam kehidupan sehari-hari sudah sungguh sering kita mendengar ungkapan cahaya seumpama : cahaya matahari, pantulan cahaya dari cermin, cahaya dari lampu dan masih banya lainnya.

Dengan adanya cahaya , maka suatu kawasan yang disinari menjadi jauh lebih terang dan tidak gelap. Dengan kondisi yang terang ini, kita bisa dengan mudah menyaksikan kondisi yang di sekeliling dan insiden apa yang terjadi di sekitar.

Lalu kira-kira apa sich cahaya itu ?. Untuk itu sebelum kita mengerti sifat-sifat cahaya, apalagi dulu kita akan mengerti definis atau pemahaman cahaya.

Apa itu Cahaya ?

Cahaya yakni energi yang berupa gelombang elektromagnetik yang sanggup dilihat dengan mata insan (terlihat secara kasat mata).  Panjang gelombang dari cahaya yakni sekitar 380–750 nm. Sebuah benda yang memancarkan cahaya disebut dengan sumber cahaya.

Berdasarkan jenisnya, cahaya dibedakan menjadi
  • Cahaya tampak
    Cahaya terlihat yakni cahaya yang kalau mengenai benda maka benda tersebut akan sanggup dilihat oleh manusia, pola cahaya matahari. 

  • Cahaya tidak tampak.
    Cahaya tak terlihat yakni cahaya yang kalau mengenai benda tidak akan terlihat lebih terang atau masih sama sebelum terkena cahaya. Contoh cahaya tak terlihat yakni sinar inframerah dan sinar x.

Sifat-Sifat Cahaya

Berikut ini yakni beberapa sifat cahaya yang perlu kita ketahui:

1. Cahaya memiliki sifat merambat lurus

Untuk mengambarkan apakah suatu cahaya sanggup merambat secara lurus sanggup dibuktikan menurut kesanggupan cahaya tersebut meneruskan cahaya. Jika terdapat suatu benda yang tidak sanggup ditembusi oleh cahaya maka benda tersebut tidak sanggup meneruskan cahaya yang mengenainya. Apabila dikenai cahaya dan benda tersebut membentuk bayangan, maka benda tersebut digolongkan selaku benda gelap. Dengan demikian benda gelap yakni benda-benda yang  tidak bisa menciptakan cahaya sendiri, contohnya yakni : kayu, tembok, tripleks, kerikil dan sebagainya.

Benda-benda yang ditembusi oleh cahaya sudah barang pasti sanggup meneruskan cahaya yang mengenai benda tersebut.  Benda versi seumpama ini disebut selaku kalangan benda sumber cahaya dan akan merambat secara lurus.
Contoh
  • cahaya senter membentuk garis lurus
  • cahaya mercusuar di pinggir bahari membentuk garis lurus

2. Cahaya memiliki sifat sanggup dipantulkan

Sifat cahaya selanjutnya yakni cahaya sanggup dipantulkan. Pemantulanan cahaya ialah proses terpancarnya kembali cahaya dari permukaan benda yang memang terkena oleh cahaya. 

Pemantulan cahaya dibedakan menjadi dua yang dasar pembagiannya berkenaan dengan kondisi permukaan benda tersebut. Benda yang memiliki permukaan yang rata (contoh: cermin), memantulkan cahaya dengan teratur. Sedangkan, benda yang  permukaan yang tidak rata atau bernafsu maka akan memantulkan cahaya dengan tidak terorganisir atau baur (difus). Berikut ini yakni klarifikasi lebih lengkap wacana pemantulan terorganisir dan dan pemantulan difus :
  • Pemantulan teratur
    Pemantulan terorganisir yakni pemantulan yang berkas cahaya pantulnya itu sejajar. Kondisi yang menyebabkan terjadinya pemantulan terorganisir lantaran cahaya mengenai benda yang permukaannya itu rata dan mengkilap . Cermin ialah salah satu pola benda yang sanggup menciptakan pemantulan teratur.
  • Pemantulan tidak terorganisir (difus)
    Pemantulan tidak terorganisir (difus) yakni pemantulan yang berkas cahaya pantulanya tidak beraturan. Hal ini disebabkan oleh kondisi permukaan benda tidak rata atau bergelombang. Dengan adanya pemantulan tidak teratur, maka tempat-tempat yang sebelumnya tidak disinari oleh cahaya secara langsung, akan menjadi ikut terang. Inilah laba kalau adanya pemantulan baur.

Cermin yang ialah salah satu benda yang sanggup menciptakan pemantulan cahaya secara terorganisir dibedakan menjadi :
  • Cermin datar
  • Cermin cembung
  • Cermin cekung

a). Cermin Datar
Cermin datar yakni cermin yang susunan permukaannya rata dan tidak terdapat atau adanya permukaan yang melengkung, seumpama cermin yang digunakan dalam berias.. Adapun sifat dari cermin datar yaitu:
  • Memiliki ukuran bayangan yang  sama dengan ukuran bendanya.
  • Menghasilkan jarak antara bayangan sama dengan jarak dari benda ke cermin.
  • Bayangan yang dihasilkan bertentangan dengan benda, seumpama di saat kita bercermin tangan kiri pada bayangan di cermin akan menjadi tangan kanan.
  • Sifat bayangan yang dihasilkan pada cermin datar yakni semu atau maya, yang artinya bayangan sanggup dilihat tetapi tidak sanggup ditangkap layar.
  • Bayangan yang dihasilkan pada cermin datar yakni tegak.

b). Cermin Cembung (Positif)
Cermin cembung yakni cermin yang memiliki permukaan bidang pantul yang melengkung ke arah luar atau konveks. Adapun sifat dari cermin cembung yakni :
  • Bersifat berbagi cahaya atau divergen
  • Memiliki ukuran bayangan yang diperkecil dari benda yang sebenarnya
  • Sifat bayangan yang dihasilkan pada cermin cembung yakni maya dan tegak

c). Cermin Cekung (Negatif)
Cermin cekung yakni kebalikan dari cermin cembung yakni memiliki permukaan yang melengkung kearah cuilan dalam.Adapun sifat dari cermin cekung:
  • Bayangan benda pada cermin bersifat tegak, diperbesar dan juga maya.
  • Dan kalau benda jauh dari cermin cekung, maka bayangannya bersifat kasatmata dan juga terbalik.

3. Cahaya memiliki sifat sanggup dibiaskan

Pembiasan cahaya yakni insiden penyimpangan atau pembelokan cahaya lantaran lewat dua medium yang berlawanan kerapatan optiknya. Arah pembiasan cahaya sanggup dibedakan menjadi dua jenis yakni :
  • mendekati garis wajar
    Cahaya dibiaskan mendekati garis wajar kalau cahaya merambat dari medium optik kurang rapat ke medium optik lebih rapat, contohnya cahaya merambat dari udara ke dalam air.
  • menjauhi garis normal
    Cahaya dibiaskan menjauhi garis wajar kalau cahaya merambat dari medium optik lebih rapat ke medium optik kurang rapat, contohnya cahaya merambat dari dalam air ke udara.

Syarat-syarat terjadinya pembiasan :
  • Cahaya lewat dua medium yang berlawanan kerapatan optiknya.
  • Cahaya tiba tidak tegaklurus kepada bidang batas (sudut tiba lebih kecil dari 90 derajat)

Berikut ini yakni pola tanda-tanda pembiasan yang sanggup kita ditemui dalam kehidupan sehari-hari, yakni diantaranya :
  • Kolam yang memiliki air yang jernih terlihat seumpama dangkal dari kedalaman yang sebenarnya.
  • Pensil yang dimasukkan ke dalam gelas yang berisi air, maka pensil tersebut akan terlihat membengkok.
  • Pandangan bagi penderita rabun jauh atau rabun akrab lantaran adanya pembiasan.

4. Cahaya memiliki sifat sanggup diuraikan

Penguraian cahaya disebut juga dengan ungkapan dispersi. Dispersi adalah proses penguraian cahaya putih menjadi cahaya yang memiliki banyak sekali macam warna yang berbeda-beda.

Berikut ini yakni beberapa wacana penguraian cahaya :
  • Peristiwa terjadinya pelangi.
    Terbentuknya pelangi setelah hujan turun. Warna pelangi itu terdiri atas beberapa warna, yakni : warna merah, kuning, hijau, biru, nila dan ungu. Sebenarnya warna-warna tersebut berasal dari satu warna saja, yakni warna putih yang dihasilkan dari cahaya matahari. Oleh alasannya yakni itu cahaya matahari adakala disebut juga selaku cahaya polikromatik.
  • Gelembung air sabun yang terkena cahaya matahari terlihat memiliki kombinasi warna yang berbeda
  • Cakram warna yang diputar akan memberi citra warna putih.
  • Terjadinya  halo yang seakan-akan mengelilingi bulan atau matahari.

5. Cahaya sanggup menembus benda bening.

Pernahkan anda mengamati di saat berlangsung di bawah cahaya matahari. Ke mana pun anda berlangsung atau melangkan akan senantiasa dibarengi oleh bayangan kita sendiri. Bayangan tersebut akan hilang  saat anda memasuki ruangan seumpama rumah. Bayang terrsebut terjadi lantaran cahaya tidak sanggup menembus suatu benda. Ketika cahaya mengenai tubuhmu, cahaya tidak sanggup menembus tubuhmu sehingga terbentuklah bayangan.

Dengan demikian kita sanggup memaknai bahwa hal tersebut diatas menerangkan bahwa cahaya tidak sanggup menembus badan seseorang lantaran bukanlah benda bening, sehingga yang terbentuk hanyalah bayangan.

Bayangan sanggup dibedakan menjadi dua jenis, yakni :
  • Bayangan nyata.
    Bayangan kasatmata yakni bayangan yang sanggup ditangkap layar. 
  • Bayangan maya.
    Bayangan maya (semu) yakni bayangan yang sanggup dilihat oleh mata, tetapi tidak sanggup ditangkap pada layar.

Benda bening ialah benda yang sanggup ditembus dengan mudah oleh cahaya. Contoh benda bening yang ada di sekeliling kita antara lain, kaca, mika, plastik bening, botol bening dan air jernih.

Contoh insiden   cahaya yang sanggup menembus benda bening :
  • Cahaya matahari sanggup  masuk  ke  dalam  sebuah  rumah menembus jendela yang memiliki beling yang bening. Apabila beling jendela ditutupi dengan kain berwarna hitam maka cahaya tidak sanggup menembus beling jendela tersebut.


Berdasarkan sanggup atau tidaknya di tembus cahaya, benda-benda digolongkan menjadi 3:
  • Opaque atau benda tidak tembus cahaya
    Adalah benda gelap yang tidak sanggup ditembus oleh cahaya sama sekali. Opaque memantulkan semua cahaya yang mengenainya. Benda seperti ini contohnya yakni buku, kayu, tembok dsb.
  • Benda Bening atau transpran
    Benda bening yakni benda-benda yang sanggup ditembus cahaya. Benda bening atau transparan akan meneruskan semua cahaya yang tiba dan mengenainya. Contohnya beling yang bening dan air jernih
  • Benda Transluent
    Benda transluent yakni benda-benda yang cuma sanggup meneruskan sebagian cahaya yang tiba dan berbagi sebagian cahaya yang lainnya. Contohnya kain gorden yang tipis, dan berbagai macam plastik.

Pemanfaatan cahaya yang sanggup menembus benda bening sanggup digunakan dalam pengerjaan banyak sekali macam perlengkapan penting seumpama : kacamata, beling mobil, akuarium sampai termometer.

Subscribe to receive free email updates:

Related Posts :

0 Response to "Pengertian Dan Sifat-Sifat Cahaya"

Posting Komentar